Sejarah Singkat

Perguruan Pencak Silat Bunga Karang atau PPS Bunga Karang merupakan salah satu organisasi beladiri Indonesia yang didirikan oleh guru besar PPS Bunga Karang yaitu Bpk. H. Muhammad Benbella, S.H,M.M pada tanggal 1 Februari 1985 di bilangan kota Jakarta Selatan.

PPS Bunga Karang merupakan organisasi beladiri yang didirikan berdasarkan hukum dan telah diresmikan sebagai badan hukum oleh Ny. Hidayati Ananta Prajitno, S.H dengan akte No.10 tanggal 9 Juli 1987. Diresmikan menjadi salah satu anggota dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tahun 1993 berdasarkan surat keputusan Pengcab IPSI Jakarta Selatan No.04/IPSI/JS/SP/9/93 dan surat pengesahan No.4/IPSI/JS/X/1993. Sebagai sebuah organisasi beladiri yang resmi, PPS Bunga Karang memiliki falsafah atau pandangan hidup yang berdasarkan kepada Pancasila dan hal tersebut termuat dalam Anggaran Dasar PPS Bunga Karang pada Bab.III pasal 4.

Asal mula nama Bunga Karang sebagai nama organisasi berasal dari kata Bunga dan Karang. Bunga memiliki pengertian yang tertuju pada kelenturan, keluwesan dan keindahan seni gerak pada setiap gerakan jurus pencak silat Bunga Karang. Sedangkan kata Karang memiliki pengertian terhadap tenaga yang tangguh yang berdasarkan pada keimanan yang kokoh. Dengan demikian, seluruh anggota PPS Bunga Karang diharapkan mampu menguasai beladiri pencak silat Bunga Karang dengan dilandasi keimanan yang tangguh.

Sebagai suatu organisasi beladiri  Indonesia, pencak silat Bunga Karang memadukan keindahan unsur – unsur seni gerak pencak silat Jawa Barat dan Betawi yang didukung oleh suatu bentuk pembinaan fisik. Hal tersebut dilandasi dengan unsur – unsur pembinaan mental dan spiritual yang berdasarkan pada ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dapat dikatan bahwa pencak silat Bunga Karang merupakan suatu wadah pembinaan mental masyarakat berdasarkan keseimbangan jasmani dan rohani melalui seni beladiri pencak silat.

Tenaga dalam pencak silat Bunga Karang berdasarkan keimanan seseorang terhadap Tuhan Yang Maha Esa semata. Tenaga tersebut dimiliki manusia sebagai suatu Maunah Tuhan yang diberikan kepada manusia. Karena itu pencak silat Bunga karang tidak menggunakan teknik – teknik pernapasan tertentu dan tidak mengenal beberapa bentuk laku (tapa, puasa, dsb.), amalan – amalan, mantra, jimar, jampe, ajian dsb.

Jika dilihat dari jurus – jurus pencak silat Bunga Karang, maka bisa disimpulkan bahwa pencak silat Bunga Karang merupakan perkawinan dari berbagai aliran pencak silat yang ada di Jawa Barat dan Betawi seperti Cimande, Sera, Beksi, Haikun, Troktok, dan Tjingkrik. Meskipun demikian, pencak silat Bunga Karang memiliki aliran tersendiri dan bukan merupakan pecahan atau cabang dari aliran – aliran tersebut dan perguruan pencak silat lain.

Sebagai suatu organisasi beladiri yang memiliki misi untuk melakukan pembinaan mental masyarakat. Maka pengertian beladiri dalam pencak silat Bunga Karang ditekankan pada pengertian “Melindungi diri dari kehajahatan orang lain terhadap diri sendiri dan kejahatan diri sendiri terhadap orang lain”. Pengertian tersebut memiliki pengertian pengendalian emosi seseorang agar tidak mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Karena itu seluruh anggota PPS Bunga Karang, dilarang keras melibatkan diri secara sengaja dalam suatu keributan atau tindakan – tindakan yang memancing keributan serta diwajibkan untuk menghindari terjadinya bentrokan fisik. Sanksi disiplin akan dikenakan bagi seorang anggota yang dinyatakan bersalah karena terlibat bentrokan atau keributan dengan sengaja atau memancing keributan itu sendiri.

Setiap orang yang bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dapar berlatih dan menjadi anggota PPS Bunga karang asalkan memiliki niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mengamalkan pencak silat bunga karang untuk hal kebaikan. Syarat keanggotaan lainnya yaitu berusia 10 tahun (Kelas 4 Sekolah Dasar) s/d 30 tahun dan tidak tergabung dengan organisasi beladiri atau perguruan pencak silat lain. Dengan kata lain PPS Bunga Karang melarang keras anggotanya merangkap jabatan dengan organisasi beladiri atau perguran pencak silat lain. Selain itu, anggota PPS Bunga Karang dilarang terlibat dengan organisasi terlarang dan ormas – ormasnya. PPS Bunga Karang pun merupakan organisasi beladiri independen, oleh karena itu anggota PPS Bunga Karang dilarang menjadikan Bunga Karang sebagai wadah penyaluran aspirasi politik.


Notice: Trying to get property of non-object in /home/u5248744/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 670
Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *